LABURA -- pekerjaan jembatan Titi payung DESA SIALANG TAJI KECAMATAN kualuh selatan kabupaten labuhan batu Utara provinsi Sumatera Utara di pertanyakan warga setempat.
Pasalnya, setelah lebih Kurang sembilan bulan pekerjaan jembatan itu tidak kunjung selesai, padahal kontrak yang telah di sepakati pada bulan juli Agustus tahun 2023 yang kalau sementara Sudah masuk masa tenggang hingga Maret tahun 2024.
Terpantau pada tanggal 6 Maret 2024 pihak kontraktor. Melakukan pekerjaan pembongkaran Titi payung desa Desa' Sialang Taji menggunakan excavator ( alat berat) tanpa ada pengawasan dari dinas PU labuhan batu Utara.
Dan seharusnya pembongkaran jembatan itu ada pemberitahuan sebelumnya dan ada ada plang pemberitahuan.
Dan plang tersebut seharusnya di pasang di simpang gunting saga menuju desa teluk Binjai jadi para pengguna jalan yang akan menuju desa teluk Binjai tidak harus balik arah yang jauh.
Rasa kecewa itu di rasakan oleh para pengguna jalan dan para supir truk hal tersebut di ungkapkan oleh salah satu supir truk inisial A .(45).
"Saya sangat kecewa harus memutar dan berbalik arah yang jauh ucapnya Rasa kecewa dan kesal itu juga di rasakan oleh warga setempat kecewa atas pembongkaran jembatan tersebut " harusnya adalah pemberitahuan la bagi masyarakat.sebelum pembongkaran satu Minggu harusnya masyarakat diberitahukan.kalau begini saya sangat kecewa" pungkas (AP) saat dikonfirmasi di lokasi jembatan Titi payung Sialang taji pada 6 Maret 2024.
"Sebab bahwa aktifitas masyarakat setempat bertani kelapa sawit setelah pemborong melakukan pembongkaran,yang akibatkan kerugian bagi pihak masyarakat, yang tidak bisa mengeluarkan hasil panennya akibat. Ulah kontraktor melakukan pembongkaran secara tiba tiba.
Disamping itu juga diduga kalau pembangunan jembatan Sialang taji juga telah melanggar UU KIP.( Keterbukaan infonya publik) yang mana pembangunan tersebut di duga proyek siluman tanpa pagu Anggaran,padahal pagu Anggaran adalah salah satu kewajiban bagi kontraktor agar di ketahui oleh masyarakat .
Hal tersebut di ucapkan oleh (N) selaku masyarakat" bang saya bingung siapa sebenarnya yang bertanggung jawab dalam pembangunan jembatan ini,saya kan masyarakat sini saya perlu tahu agar saya bisa lakukan kontrol,berhubung jabatan ini ada di kampung saya,sesuai arahan bapak presiden bahwa Kami masyarakat wajib turut serta mengawal pembangunan yang di lakukan oleh pemerintah"
Lanjutnya "
saya juga bertanya kemana hasil bongkahan jembatan tersebut,dan apakah besi yang sudah berkarat itu yang bertumpuk akan digunakan kembali oleh kontraktor,kalau seperti itu mana bisa kuat nanti jembatan kami ini." Pungkas (N) dengan penuh kecewa.
Masyarakat berharap agar pembangunan jembatan Sialang taji di kerjakan dengan baik sebagaimana mestinya,agar fungsinya bisa digunakan masyarakat dengan Waktu yang lama..
Reporter : Sukisno

