Pontianak, 13/1/2026 – Sebuah pengalaman pahit dialami oleh seorang keluarga pasien di Ruang Ramin Rumah Sakit Yos Soedarso. Di tengah perjuangan sang istri menjalani proses kemoterapi, suami dan anaknya justru mengaku mendapatkan perlakuan yang kurang simpatik berupa pengusiran secara halus namun dirasa tidak manusiawi oleh oknum petugas.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula saat sang istri sedang berada di Ruang Ramin untuk menjalani prosedur kemoterapi. Mengingat kondisi pasien yang membutuhkan dukungan moral, suami dan anaknya setia mendampingi di sekitar area tersebut. Namun, di tengah proses medis yang berlangsung, mereka diminta untuk meninggalkan lokasi.
"Kami mengerti ada aturan rumah sakit, tapi cara penyampaian dan perlakuannya sangat kurang manusiawi. Kami diusir secara halus namun terasa sangat menyakitkan, padahal kondisi istri saya sedang berjuang melawan sakit," ujar sang suami dengan nada kecewa.
Kekecewaan Keluarga
Pihak keluarga menyayangkan ketiadaan empati dari petugas medis atau keamanan yang bertugas saat itu. Menurutnya, rumah sakit seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman dan dukungan, bukan justru menambah beban psikologis bagi keluarga yang sedang berduka atau berjuang melawan penyakit berat seperti kanker.
Poin utama yang menjadi sorotan keluarga adalah:
Cara Penyampaian: Meskipun instruksi diberikan secara "halus", namun nada dan sikap petugas dinilai merendahkan martabat.
Kondisi Anak: Keberadaan anak yang ikut mendampingi ayahnya seolah tidak menjadi pertimbangan sisi kemanusiaan petugas saat melakukan pengosongan ruangan.
Kebutuhan Pendampingan: Pasien kemoterapi seringkali membutuhkan kehadiran orang terdekat untuk menjaga stabilitas mentalnya.
Harapan Kedepan
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga berharap ada klarifikasi dan perbaikan standar pelayanan dari pihak Manajemen Rumah Sakit, khususnya di Ruang Ramin. Kejadian ini diharapkan menjadi evaluasi agar kedepannya petugas lebih mengedepankan aspek Hospitality (keramahtamahan) dan Humanity (kemanusiaan) dalam menegakkan aturan rumah sakit..Sewaktu di konfirmasi pihak Direktur RSUD Yos Soedarso melalui WhatsApp menyampaikan," Pak, tadi sore keluarga yang menunggu didalam enam orang. Di suruh Satpam keluar pak dan ruangan bau rokok ada yang merokok didalam, menurut yang jaga sore. Sudah saya beritahu perawat untuk membolehkan suami nya saja yang boleh nunggu, " Ungkapnya.
Apa yang disampaikan dari pihak petugas jaga itu suatu peristiwa yang tidak dilakukan oleh oleh keluarga pasien tersebut.," mengakhiri.
Hasbi


