SINGKAWANG, 24 Februari 2026 – Perum BULOG Kantor Cabang Singkawang terus bergerak progresif dalam mengamankan stok pangan di wilayah Singkawang, Bengkayang, dan Sambas (Singbebas). Memasuki masa panen di awal tahun 2026, Bulog memastikan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani dengan melakukan penyerapan gabah lokal secara masif.
Hingga akhir Februari 2026, tercatat Bulog Singkawang telah menyerap sedikitnya 660 ton gabah dari petani di Kabupaten Sambas. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan pemerintah agar harga gabah tidak anjlok di bawah biaya produksi saat pasokan melimpah di lapangan.
Sesuai arahan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Bulog Singkawang menerapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen (GKP). Mekanisme pembelian dilakukan melalui kerja sama dengan penggilingan padi lokal dan kelompok tani guna memutus rantai distribusi yang terlalu panjang.
"Kami hadir untuk memberikan kepastian harga bagi petani. Gabah yang kami serap harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan agar Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap dalam kondisi prima saat disimpan maupun didistribusikan nanti," ujar perwakilan Bulog Singkawang.
Selain fokus pada hulu (penyerapan), Bulog juga memastikan stok gabah yang diolah menjadi beras ini segera masuk ke jalur hilir melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras hasil serapan lokal ini akan kembali ke pasar untuk memastikan masyarakat Singkawang dan sekitarnya mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau, sekaligus menekan laju inflasi daerah.
Dengan stok yang terus bertambah, Bulog Singkawang optimis ketahanan pangan di wilayah Singbebas akan tetap terjaga hingga musim panen berikutnya, memastikan ketersediaan pangan yang aman dan harga yang tetap bersahabat bagi warga. Sentra penyerapan: fokus utama serapan berada di kabupaten Sambas,khususnya wilayah produktif seperti Kecamatan Jawai dan Semparuk yang menjadi penyumbang terbesar stok GKP ( Gabah Kering Panen ).
Bulog memastikan gabah yang dibeli memenuhi standar Kadar air maksimal 25% dan Kadar hampa maksimal 10% jika kualitas diatas standar tersebut, mekanisme harga akan menyesuaikan tabel refleksi resmi dari Badan Pangan Nasional ( Bapanas).
Target di tahun 2026 ini, Selain 660 ton yang sudah masuk, Bulog Singkawang menargetkan total serapan hingga ribuan ton sepanjang tahun ini untuk menjaga stok cadangan pangan di wilayah Singbebas tetap aman diatas 2 000 ton setiap tahunnya.
Reporter : Nata



