Kapolda Sumut dan 87 Perwira Jalani Tes Urine.

Header Menu


Kapolda Sumut dan 87 Perwira Jalani Tes Urine.

FAKTA INVESTIGASI
Jumat, 27 Februari 2026

 



Sumatera Utara -- Kepala kepolisian Daerah Sumatera Utara ( Kapolda su) dan 87 Perwira Menjalani Tes urin.

   

Pelaksanaan Tes Urin tersebut untuk Menindaklanjuti instruksi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.


 Kegiatan itu di gelar pada Rabu (25/2/2026) pagi. Pemeriksaan tersebut dilaksanakan di Mapolda Sumut dan diikuti langsung oleh para Kapolda Sumut, Wakapolda, serta para pejabat utama.



Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa tes urine tersebut turut diikuti para Kapolres dan Kasat di jajaran Polda Sumut. Kegiatan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB di Aula Tribrata Polda Sumut.



“Tes urine ini diikuti langsung oleh Bapak Kapolda, Wakapolda, para Pejabat Utama, Kapolres, serta para Kasat,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis yang disampaikan melalui Plh Kasubbid Penmas Polda Sumut, Iptu Ertina Tarigan, Kamis (26/2/2026).


Ia merinci, total personel yang menjalani tes urine sebanyak 88 orang. Jumlah tersebut terdiri dari Kapolda dan Wakapolda, 29 pejabat utama, 29 Kapolres, serta 28 Kasat. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan satu pun sampel urine yang terindikasi positif narkoba.


“Seluruh hasil pemeriksaan menunjukkan negatif. Tes urine ini merupakan langkah pencegahan dan pengawasan internal guna memberantas penyalahgunaan narkotika di tubuh Polri, khususnya di jajaran Polda Sumut,” sebut nya 


Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto menegaskan bahwa pelaksanaan tes urine mendadak tersebut merupakan bentuk nyata pengawasan internal sekaligus komitmen menjaga integritas institusi Polri.


“Ini adalah bentuk keteladanan pimpinan. Dimulai dari saya, Wakapolda, hingga seluruh pejabat utama dan Kapolres. Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polri,” ujarnya.


Whisnu menambahkan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Kapolri agar seluruh jajaran melakukan langkah-langkah preventif dan pengawasan ketat demi mencegah pelanggaran yang dapat merusak kepercayaan masyarakat. Ia menegaskan komitmen mewujudkan zero pelanggaran bukan sekadar slogan, melainkan diterapkan secara nyata, dengan sanksi tegas bagi setiap personel yang terbukti melanggar aturan.


Datuk S