*PROGRAM MBG DI METESEH TUAI KRITIK, WARGA PERTANYAKAN KESESUAIAN ANGGARAN DAN PORSI*

Header Menu


*PROGRAM MBG DI METESEH TUAI KRITIK, WARGA PERTANYAKAN KESESUAIAN ANGGARAN DAN PORSI*

FAKTA INVESTIGASI
Selasa, 24 Februari 2026


Semarang, Selasa 24/2/2026 -- Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi Ibu menyusui di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, menuai kritik dari sejumlah warga setelah diketahui bahwa paket makanan yang dibagikan diperuntukkan untuk konsumsi selama dua hari.


Berdasarkan dokumentasi yang diterima, satu paket untuk dua hari terdiri dari:

- 2 roti cokelat manis

- 2 butir telur ayam rebus

- 4 butir kurma

- 1 klip plastik kecil kering tempe goreng


Artinya, secara rata-rata per hari penerima memperoleh:

- 1 roti manis

- 1 butir telur rebus

- 2 butir kurma

- Separuh porsi kecil tempe kering


Sejumlah warga menyampaikan bahwa mereka mendukung tujuan program. Namun, mereka mempertanyakan apakah komposisi tersebut sudah sesuai dengan standar gizi yang menjadi dasar kebijakan.


N, salah satu warga, mengatakan, "Kami mendukung program ini, tapi kami ingin tahu apakah komposisi ini sudah sesuai dengan standar gizi. Apakah ini sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari?"


Perbandingan dengan Standar Gizi Harian Mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan energi anak usia sekolah dasar berkisar 1.600–2.000 kkal per hari. Untuk satu kali makan utama, idealnya menyumbang sekitar 500–700 kkal dengan komposisi gizi seimbang.


Jika dihitung secara estimasi kasar, total energi paket dua hari berkisar ±720–910 kkal. Artinya, per hari hanya sekitar ±360–455 kkal. Secara kuantitas kalori, angka tersebut berada di bawah rata-rata kebutuhan satu kali makan utama.


Warga menilai penting adanya penjelasan terbuka mengenai:

1. Standar gizi yang dijadikan acuan per hari

2. Nilai anggaran per penerima per hari

3. Skema distribusi dan pengawasan kualitas


Pengamat kebijakan publik, Dr. Ir. Siti, MSi, mengatakan, "Program MBG harusnya memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan gizi masyarakat. Kami berharap adanya evaluasi objektif dan klarifikasi resmi guna memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, tepat sasaran, dan sesuai dengan prinsip gizi seimbang."


Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak penyelenggara terkait rincian anggaran dan dasar perhitungan komposisi menu untuk dua hari tersebut. Warga berharap adanya evaluasi objektif dan klarifikasi resmi guna memastikan pelaksanaan program berjalan optimal, tepat sasaran, dan sesuai dengan prinsip gizi seimbang.


Rep : Tim Media Faktainvestigasi.id