Jakarta — Pendiri sekaligus Ketua Umum Partai Cinta Negeri, H. Samsuri, S.Pd.I., M.A., menyatakan kesiapan dirinya untuk ikut dalam kontestasi Pemilihan Presiden Republik Indonesia periode 2029–2034. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan kepemimpinan nasional yang berlandaskan nilai kebangsaan, keadilan sosial, serta penguatan persatuan bangsa.
H. Samsuri.S.Pd.I., M.A menegaskan bahwa langkah ini bukan semata-mata ambisi politik pribadi, melainkan panggilan pengabdian untuk berkontribusi lebih besar bagi masa depan Indonesia. Ia menilai bahwa Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang mampu memadukan nilai moral, kecintaan terhadap tanah air, serta visi pembangunan yang berkelanjutan.
“Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi bangsa yang lebih maju dan berdaulat. Namun, hal tersebut membutuhkan kepemimpinan yang berani, jujur, serta benar-benar mencintai negeri ini,” ujar Haji. Samsuri dalam pernyataannya.
Sebagai pendiri Partai Cinta Negeri, Haji. Samsuri telah lama dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pembangunan masyarakat. Melalui partai yang dipimpinnya, ia berkomitmen untuk mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada rakyat, memperkuat ekonomi nasional, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Partai Cinta Negeri sendiri hadir dengan semangat baru dalam kancah politik Indonesia, dengan mengedepankan politik yang berintegritas, bersih, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Menatap kontestasi Pilpres 2029–2034, Haji. Samsuri menyampaikan bahwa dirinya bersama Partai Cinta Negeri akan mempersiapkan langkah-langkah strategis, termasuk membangun komunikasi politik dengan berbagai elemen bangsa serta memperkuat basis dukungan di masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
“Kita ingin menghadirkan politik yang mempersatukan, bukan memecah belah. Politik yang menghadirkan harapan dan masa depan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Rep : Achmad Effendy

