SAMBAS, Senin 26/10/2026 -- Media Fakta Investigasi ID, Komitmen terhadap kualitas tata kelola lingkungan hidup dan pelayanan publik di Kabupaten Sambas kembali dibuktikan melalui aksi nyata di lapangan. Sempat mengalami kendala teknis pada armada pengangkut selama beberapa hari yang memicu penumpukan sampah di kawasan Jalan Haji Uray Bawadi, Pemangkat Kota (sekitar area Hotel Kelapa Gading), persoalan tersebut kini tuntas diatasi berkat kolaborasi responsif antara elemen masyarakat, petugas kebersihan, dan unsur pengawasan media yang konstruktif ( Kabarinvestigasi.id ).
Volume sampah yang sempat meluap dan dikeluhkan warga karena mengganggu estetika serta kenyamanan lingkungan disikapi secara cepat tanggap. Tim pengawas lapangan bersama para petugas kebersihan garis depan tidak hanya melakukan evakuasi tumpukan sampah secara fisik di lokasi, tetapi juga membangun solidaritas moral dan dukungan moril secara langsung.
Langkah proaktif ini mendapat perhatian penuh dari jajaran pimpinan tertinggi Pemerintah Kabupaten Sambas di bawah komando Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., serta didukung penuh oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, Dr. Rachmad Robbi, S.E., M.E., dalam memastikan efektivitas pelayanan birokrasi dan operasional perangkat daerah berjalan optimal untuk kepentingan masyarakat.
Pungkasnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Sambas, Daeng Wahyudi, memberikan apresiasi mendalam atas gerak cepat dan solidaritas lintas sektor ini. Beliau menegaskan bahwa persoalan kebersihan dan tata kelola lingkungan tidak akan pernah optimal jika hanya diserahkan kepada instansi pemerintah saja, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dan kolaborasi permanen dari seluruh pemangku kepentingan, sewaktu di konfirmasi melalui WhatsApp,
"Wa'alaikumussalam... Terima kasih atas kebersamaan dengan petugas di lapangan, semoga menjadi amal jariyah dan ladang ilmu. Bagaimana sebenarnya pentingnya peran serta dan kerjasama semua pihak dalam pengelolaan sampah supaya lingkungan menjadi lebih baik dan asri ke depan," ujar Daeng Wahyudi mengapresiasi sinergi yang terjalin.
Beliau menambahkan kalau peristiwa di Pemangkat ini memberikan pelajaran edukatif yang berharga bagi seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama membangun kesadaran lingkungan dari hal yang paling sederhana:
Pengelolaan Sampah dari Sumbernya: Masyarakat diimbau untuk mulai membiasakan pemilahan sampah mandiri antara sampah organik dan anorganik sebelum dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS).
Kepatuhan Jadwal Pembuangan: Membuang sampah pada waktu dan tempat yang telah ditentukan guna menghindari penumpukan liar yang dapat memicu bau tidak sedap serta mengganggu kenyamanan publik.
Penguatan Kepedulian Sosial: Menumbuhkan budaya gotong royong di tingkat rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar secara berkala.
Dari sudut pandang mitigasi kebijakan, peristiwa ini turut melahirkan evaluasi strategis guna memperkuat Standar Operasional Prosedur (SOP) kebersihan daerah. Mulai dari penguatan mitigasi armada lewat perawatan berkala (preventive maintenance) dan penyediaan unit armada cadangan (standby fleet), hingga optimalisasi kanal komunikasi cepat agar setiap hambatan di lapangan dapat direspon dalam hitungan jam sebelum memicu eskalasi masalah.
Tutupnya, dengan tuntasnya penanganan di titik Jalan Haji Uray Bawadi Pemangkat, kawasan tersebut kini kembali bersih, sehat, dan asri.
Fakta Investigasi ID ( Hasbi)



