Peringatan hari Konservasi Alam Nasional tanggal 10 Agustus 2026 sekaligus menyongsong hari kemerdekaan RI, Taman Nasional Bali Barat ( TNBB ) bekerjasama dengan PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung ( PT WLBA ) yang didukung oleh yayasan Eropa lewat yayasan Royal Nusantara Agung yang didirikan oleh PT WLBA membuka secara resmi kerjasama penguatan fungsi diawali dengan penanaman ribuan pohon mangrove untuk 19 Hektar lahan rawan abrasi TNBB di kawasan Teluk Trima Sumber Klampok Gerokgak, komitmen PT WLBA tidak berhenti di seremonial, dari penanaman perawatan penjagaan sampai tiga tahun perkiraan Mangrove sudah menjadi hutan, semua biaya di sponsori oleh PT WLBA dan Yayasan RNA
Plt Kepala Balai TNBB Adang Bayu Pamungkas, S.HUT.,M.Sc. Memaparkan tentang pentingnya konservasi alam, di mulai dari konservasi mangrove yang memiliki banyak manfaat sebagai penanggulangan abrasi, perlindungan bahaya tsunami, menyerap CO2 melawan perubahan iklim, menyaring kotoran limbah agar air laut tetap bersih menjaga kualitas perairan, 80% spesies laut tropis bergantung pada ekosistem pesisir, dan mangrove sebagai tempat pemijahan (spawning ground), pembesaran ( Nursery Ground) dan mencari makan (feeding ground )ujar Andang.
Dalam peresmian dan kegiatan perdana tersebut dihadiri sekitar 600 tamu undangan dari berbagai kalangan, pejabat, tokoh adat, tokoh agama, subak dan nelayan, kelompok masyarakat, pelajar dan mahasiswa, serta para pendidik juga puluhan ketua dan pengurus dari belasan yayasan budaya dan pecinta alam, belum termasuk para penari dan penggambel yang mengiringi doa mepiuning sebelum acara penanaman dimulai, dari Awak media .
Raden Ayu Ambarwati Kenconowungu selaku direktur utama PT WLBA menyampaikan setelah program penanaman mangrove berjalan akan dilanjutkan mengembalikan banteng ke Bali, pernah diketahui bahwa Banteng menjadi primadona kawasan TNBB selain Menjangan / Rusa, Lutung dan Curik Bali, namun sejak tahun 2007 ternyata tidak pernah lagi ditemukan Banteng di TNBB sehingga dinyatakan punah. Ini perlu pemulihan ekosistem satwa pengembalian Banteng ke TNBB diambil dari jenis yang paling mendekati di wilayah konservasi di pulau Jawa, bagaimana sanctuary Banteng tersebut tentu mengikuti arahan kepala dan staff TNBBdan prosedur aturan dan regulasi yang berlaku.tegas Ambar.
Mr Alex Lemancel pria berkebangsaan Perancis ikut memberikan sambutan sebagai penghubung Internasional dalam hal ini yayasan Eropa untuk Yayasan RNA bentukan PT WLBA yang bekerjasama dengan TNBB mengatakan tentang dukungan penuh semua program TNBB dari rencana pemulihan ekosistem satwa, perlindungan hewan langka, pembangunan instalasi air bersih, dermaga penyebrangan untuk kepentingan konservasi, pengolahan serta pengelolaan limbah sampah, dan penguatan fungsi lainnya, sebagai bule yang mencintai Bali, dia ingin mendedikasikan penuh dirinya untuk Bali dan Indonesia lewat hubungan baiknya dengan Prince Albert 2 Monaco - Fondation, imbuhnya. Tim/Red.


