Siswa SD di Karo Meninggal Diduga Usai Disuntik Vaksin.

Header Menu


Siswa SD di Karo Meninggal Diduga Usai Disuntik Vaksin.

FAKTA INVESTIGASI
Kamis, 13 Agustus 2026

 



Sumatera Utara -- Suasana duka meliputi keluarga korban saat ditemui di Jambur Pisau Serit pada prosesi penyemayaman.


Korban diketahui FKS (11), warga Desa Seberaya, Kecamatan Tiga Panah, Karo, Sumatera Utara, diduga meninggal dunia seusai mendapatkan vaksinasi di sekolah.


Menurut keterangan yang dihimpun, korban yang merupakan siswa SD 047164 Seberaya Kec. Tiga Panah, Karo, ini mendapatkan suntikan vaksinasi di sekolah, dari tenaga medis Puskesmas Tiga Panah Dinas Kesehatan Karo, pada Rabu (5/8/2026) lalu.


Setelah itu, korban mengalami peningkatan suhu badan, lalu dibawa ke rumah sakit.


Setelah tiga hari mendapatkan perawatan, korban meninggal dunia.


Ayah korban, Fransius Karo Sekali, menjelaskan dirinya tidak mengetahui adanya kegiatan suntikan vaksin tersebut karena pihak sekolah juga tidak ada pemberitahuan kepada orang tua.


Dia mengetahui hal tersebut seusai korban melaporkan bahwa sudah mendapatkan suntikan vaksin.


"Saya tahu vaksin itu dari anak saya, dia bilang kalau tadi di sekolah disuntik vaksin, tapi tidak ada pemberitahuan dari pihak sekolah kepada orang tua," jelasnya saat dikonfirmasi, Rabu 12/8/2026 siang.


Dia melanjutkan, usai mendapatkan vaksin, kondisi korban lemah dan suhu tubuh mengalami peningkatan.


Karena sangat mengkhawatirkan, korban dibawa ke bidan desa.


Namun, karena tak kunjung membaik, korban dirujuk ke Rumah Sakit Amanda untuk mendapatkan perawatan.


"Jadi, setelah divaksin, anak kami itu langsung drop dan badannya itu panas tinggi. Sempat kami bawa ke bidan desa, tetapi panasnya tak turun juga. Kata ibu bidan sudah tidak sanggup lagi, makanya langsung kami bawa ke Rumah Sakit Amanda," terangnya dengan mata yang berkaca-kaca.


Setelah itu, korban pun mendapatkan perawatan di rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.


"Sesampainya di rumah sakit, anak kami langsung mendapat infus dan rontgen. Terus langsung masuk ke ruang ICU karena kondisinya memburuk. Tiga hari dirawat, anak kami meninggal dunia," ungkapnya sambil berusaha menahan tangisnya.


Dia pun berharap kepada pihak terkait untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi.


Menurutnya, untuk proses vaksin, harus ada pemberitahuan dan persetujuan dari orang tua.


"Saya sangat berharap agar bertanggung jawab atas meninggalnya anak saya. Saya ingin tahu bagaimana prosedur vaksin ini, kenapa tidak ada pemberitahuan sama sekali kepada orang tua. Saya menitipkan anak saya di sekolah untuk dididik, bukan untuk divaksin," ucapnya.


Sementara itu, Kepala Puskesmas Tiga Panah, Lenny Florenta Sinulingga, yang dikonfirmasi melalui Whatsapp belum menjawab terkait masalah ini.


Saat dikunjungi ke Puskesmas Tiga Panah, Kepala Puskesmas juga tidak berada di tempat.


Bukan hanya Kepala Puskesmas, Kadis Kesehatan Karo juga saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp juga belum menjawab demikian di lansir dari unggahan dari pos metro Medan 


(Datuk S Kaperwil Sumut)