MAGELANG – Tidak semua persoalan di lapangan harus diselesaikan dengan tindakan tegas. Dalam situasi tertentu, kemampuan berbicara, mendengarkan, dan membangun kepercayaan justru menjadi kunci untuk mencegah konflik semakin membesar.
Hal tersebut menjadi fokus Polresta Magelang saat menggelar latihan Tim Negosiator. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan personel dalam menghadapi situasi yang membutuhkan pendekatan komunikasi, negosiasi, serta penyelesaian secara persuasif dan humanis.
Dalam latihan, personel mendapatkan pembekalan sekaligus melakukan simulasi berbagai situasi yang berpotensi terjadi di lapangan. Materi mencakup teknik membangun komunikasi, menggali persoalan, meredam emosi, hingga mencari solusi yang dapat diterima pihak-pihak yang terlibat.
Seorang negosiator dituntut tetap tenang dalam situasi penuh tekanan. Kemampuan mendengarkan, membaca situasi, dan menentukan langkah komunikasi yang tepat menjadi bagian penting untuk mencegah terjadinya eskalasi konflik.
“Kunci negosiasi adalah komunikasi. Personel harus mampu mendengarkan, memahami persoalan, mengendalikan situasi, dan mencari solusi dengan pendekatan yang humanis,” demikian penekanan dalam latihan tersebut.
Latihan ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan Polresta Magelang menghadapi berbagai dinamika kamtibmas. Dengan kemampuan yang terus diasah, Tim Negosiator diharapkan mampu membantu menyelesaikan persoalan melalui dialog sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Polresta Magelang berkomitmen meningkatkan profesionalisme personel dengan mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan terukur dalam setiap pelaksanaan tugas.
(Redpel- A Effendy)


