MAGELANG – Jawa Tengah. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), wilayah Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Hingga Rabu (23/9/2026) malam, api masih menyala di sejumlah titik dan diperkirakan telah membakar sekitar 30 hektare lahan.
Kebakaran terjadi di kawasan TNGM Blok Gentong Bawah hingga PUD V dan Gunung Pasir, wilayah RPTN Srumbung, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 10.30 WIB setelah petugas TNGM menerima informasi dari masyarakat mengenai munculnya titik api di kawasan hutan. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Polsek Srumbung.
Petugas gabungan dari Polsek Srumbung, Koramil 16 Srumbung, Balai TNGM, BPBD Kabupaten Magelang, Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta Relawan Peduli Merapi langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan sekaligus penanganan.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api membakar kawasan dengan vegetasi berupa pohon pinus, alang-alang dan semak belukar. Kondisi sebagian vegetasi yang kering serta medan yang sulit dijangkau membuat proses pemadaman menjadi cukup menantang.
Upaya pemadaman dilakukan secara manual menggunakan jet shooter, parang, gepyok dan srenggong. Penanganan juga diperkuat dengan sejumlah kendaraan pendukung, yakni satu unit mobil sleep on Manggala Agni TNGM, satu unit mobil Hilux Damkar Kabupaten Magelang, dua unit mobil pemadam BPBD Kabupaten Magelang serta empat truk pengangkut air.
Hingga pukul 18.00 WIB, petugas masih melakukan pemadaman dan pemantauan terhadap sejumlah titik api. Karena kondisi sudah malam dan medan cukup sulit dijangkau, dilakukan apel konsolidasi untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Kapolsek Srumbung AKP Suswanto mengatakan, berdasarkan hasil pendataan sementara, luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare.
“Lokasi kebakaran berada di kawasan TNGM dengan kondisi vegetasi sebagian berupa alang-alang dan semak belukar yang kering. Selain itu, tidak terdapat sumber mata air di sekitar lokasi sehingga penanganan membutuhkan dukungan peralatan dan personel,” ujarnya.
Petugas memastikan pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Proses pemadaman akan dilanjutkan pada Kamis (24/9/2026) mulai pukul 07.00 WIB dengan melibatkan petugas gabungan.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam pendalaman. Berdasarkan keterangan awal, kebakaran diduga berkaitan dengan sisa bara api dari kebakaran yang terjadi pada Selasa (22/9/2026) yang masih menyala dan kemudian tertiup angin.
Kapolsek Srumbung menegaskan, personel gabungan akan terus melakukan pemantauan dan penanganan hingga kondisi dinyatakan aman.
Selama proses penanganan, situasi di lokasi secara umum berjalan aman dan kondusif.
(Redpel-Achmad Effendy)




